Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran menerima
kunjungan mahasiswa Departemen Arsitektur Universitas Indonesia (UI) pada Rabu,
30 September 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan
pembelajaran untuk memberikan pemahaman langsung mengenai perencanaan tata
ruang serta arah pengembangan kawasan Kemayoran.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa didampingi oleh
Sigit Kusumawijaya, arsitek profesional yang saat ini juga menjadi Dosen
Fasilitator Studio PA 5 Departemen Arsitektur UI. Selama kegiatan, mahasiswa
mendapatkan pemaparan dari Divisi Perencanaan PPK Kemayoran mengenai tata
ruang, pengelolaan, serta arah pengembangan kawasan.
Kepala Divisi Perencanaan PPK Kemayoran, Wibisono,
menjelaskan bahwa kawasan Kemayoran dikelola dengan arah pengembangan sebagai
pusat bisnis. Secara tata ruang, kawasan tersebut terbagi dalam empat zona
utama, yakni Zona Permukiman/Hunian, Zona Pemerintahan dan Perkantoran, Zona
Komersial, serta Zona Ruang Terbuka Hijau.
“Kita kelola kawasan ini menjadi pusat bisnis.
Untuk mendukung arah tersebut, kawasan Kemayoran memiliki berbagai fungsi yang
saling terintegrasi, mulai dari hunian, pemerintahan dan perkantoran, kawasan
komersial dan campuran, hingga ruang terbuka hijau,” ujar Wibisono.
Bagi mahasiswa Departemen Arsitektur UI, kunjungan
tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung penerapan konsep tata
ruang pada kawasan perkotaan dengan luas sekitar 450 hektare. Pembelajaran di
lapangan memberikan pengalaman untuk memahami bagaimana berbagai fungsi kawasan
direncanakan dan dikelola dalam konteks perkotaan yang kompleks.
Mahasiswa juga dapat melihat bahwa perencanaan
kawasan tidak semata-mata berkaitan dengan desain bangunan, tetapi mencakup
berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari hubungan antarzona,
infrastruktur, ruang terbuka hijau, fasilitas publik, hingga aktivitas ekonomi.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari proses
pembelajaran Studio PA 5, dengan pendampingan dari perspektif akademik dan
profesional, sehingga mahasiswa dapat menghubungkan pemahaman teoritis di
studio dengan kondisi dan tantangan nyata dalam perencanaan serta pengembangan
kawasan perkotaan.