Kantor
Staf Presiden (KSP) berkunjung ke Wisma Atlet Pademangan Blook C2 dan Blok D10 untuk
meninjau perkembangan operasional dan kesiapan hunian sekaligus mendorong
optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) dalam mendukung Program 3
Juta Rumah, Kamis (8/10).
Kunjungan
tersebut dihadiri oleh perwakilan KSP, Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK
Kemayoran), pengelola Wisma Atlet, serta ketua paguyuban penghuni. Pertemuan
membahas perkembangan operasional Wisma Atlet Blok C2, progres revitalisasi
Blok D10, kesiapan sarana dan prasarana, serta sejumlah kebutuhan penghuni yang
perlu mendapat perhatian.
Dalam
pertemuan tersebut, pengelola menyampaikan bahwa perkembangan penghunian dan
kesiapan sarana prasarana secara umum berjalan sesuai target. Di Blok D10 Tower
3, proses Berita Acara Serah Terima (BAST) terhadap 624 unit hunian masih
berlangsung secara bertahap dengan progres yang telah mendekati 100 persen.
Sementara itu, revitalisasi lanjutan Tower 4 mulai dilaksanakan sejak Oktober
hingga Desember 2026.
Pelaksanaan
revitalisasi Wisma Atlet menjadi tanggung jawab Kementerian Perumahan dan
Kawasan Permukiman (PKP), sedangkan pengaturan penghunian dikoordinasikan oleh
Kementerian Sekretariat Negara. Dalam pelaksanaannya, ketersediaan alokasi
anggaran menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian guna mendukung
kelancaran revitalisasi.
KSP
turut menyoroti pentingnya kajian terhadap karakteristik calon penghuni dari
kelompok MBR agar pemanfaatan hunian berjalan tepat sasaran. Berdasarkan
ketentuan bagi wilayah Jabodetabek, batas penghasilan MBR sebesar Rp12 juta per
bulan bagi masyarakat belum menikah dan Rp14 juta per bulan bagi yang telah
menikah. Aspek kejelasan pekerjaan dan sumber penghasilan juga menjadi
perhatian dalam proses verifikasi calon penghuni.
Selain
kesiapan bangunan, pertemuan juga membahas sejumlah masukan dari penghuni,
khususnya mengenai akses transportasi umum yang masih relatif jauh dari kawasan
Wisma Atlet serta keterbatasan kapasitas parkir. Menanggapi hal tersebut, PPK
Kemayoran menyampaikan bahwa kawasan Kemayoran telah memiliki layanan bus
shuttle, KEMON, yang dapat mendukung mobilitas dan konektivitas masyarakat di
kawasan tersebut.
Pengembangan
fasilitas sosial, fasilitas umum, dan layanan komersial juga menjadi bagian
dari pembahasan. Di Blok C2, kehadiran fasilitas seperti minimarket, pusat
kuliner, barbershop, dan pusat kebugaran diharapkan dapat mendukung kebutuhan
penghuni sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih terintegrasi.
Dari
aspek keselamatan, perhatian diberikan pada keandalan struktur bangunan, sistem
proteksi kebakaran, ketersediaan air bersih, serta instalasi kelistrikan.
Kebutuhan pelaksanaan simulasi tanggap darurat gempa turut menjadi catatan
dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan pengelola dan penghuni.
Aspek
tata kelola penghunian juga dibahas termasuk upaya mitigasi terhadap potensi
pengalihan hak sewa kepada pihak lain. Penerapan persyaratan dan proses
verifikasi yang ketat diperlukan untuk memastikan setiap unit dihuni oleh pihak
yang berhak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui
kunjungan ini, KSP mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian dan
pengelola agar optimalisasi Wisma Atlet tidak hanya berfokus pada jumlah unit
yang tersedia, tetapi juga pada kualitas hunian, keselamatan, aksesibilitas,
serta keberlanjutan pengelolaan kawasan.
Optimalisasi Wisma Atlet Pademangan diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pemanfaatan aset negara sekaligus memperkuat pengembangan hunian vertikal sebagai salah satu solusi penyediaan perumahan yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan di kawasan perkotaan.