Penanaman Mangrove, Bukti PPK Kemayoran Peduli Lingkungan

13 April 2018

Pohon mangrove yang biasa di sebut masyarakat sebagai pohon bakau atau pohon payau, adalah tanaman yang banyak terdapat di perairan di sekitar garis pantai. Sesuai arti mangrove itu sendiri dalam ekologi menunjuk pada pohon atau semak yang tumbuh di sekitar daerah rawa tropika dan subtropika. Jadi tumbuhan ini biasa hidup di rawa-rawa atau di air payau.

Tanaman mangrove mempunyai fungsi dan manfaat seperti menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi dari erosi (abrasi) dan intrusi air laut, peredam gelombang dan badai,  penahan lumpur, penangkap sedimen, pengendali banjir, mengolah bahan limbah, penghasil detritus, memelihara kualitas air, penyerap co2 dan penghasil o2 serta mengurangi resiko terhadap bahaya tsunami.

Kawasan Kemayoran memiliki hutan kota seluas 7,2 Ha memiliki karakter yang unik dengan vegetasi tanaman bakau. Selama 7 hari sejak Jumat, (6/4)  telah ditanam sebanyak 400 batang tanaman mangrove di hutan kota Kemayoran. Bibit tersebut merupakan bantuan dari Dinas Kehutanan Pemprov DKI yang berasal dari pembibitan mangrove di daerah Pantai Indah Kapuk.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilakukan oleh PPK kemayoran bersama dengan sekolah Internasional yang berada di kawasan komplek Kemayoran, yakni Gandhi Memorial International School (GMIS), Sekolah Kristen Calvin, Universal School, dan SLB Dian Grahita dan melibatkan komunitas pecinta lingkungan KeMANGTEER (KeSEMaT Mangrove Volunteer). 

Kegiatan penanaman pohon mangrove ini merupakan wujud kepedulian PPK kemayoran terhadap masalah pelestarian lingkungan hidup, khususnya di kawasan Kemayoran  serta bentuk dukungan PPK Kemayoran dalam menyambut Asian games 2018 mendatang dimana kawasan Kemayoran akan dijadikan  tempat menginap para atlet yang berasal dari 42 negara.

Dengan adanya kegiatan ini, PPK Kemayoran kembali membuktikan diri dalam menjaga dan melestarikan hutan kota yang ada di komplek Kemayoran  agar lebih indah dan asri.